Minggu, 06 Mei 2012

5 Manfaat Membaca Untuk Kesehatan



Kebanyakan orang begitu sibuk dengan kehidupannya sehingga tidak cukup waktu untuk membaca buku, orang lebih senang menonton film, televisi atau bermain komputer. Padahal membaca tidak hanya memperkaya wawasan tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan.
Rajin membaca dapat membuat orang kaya akan wawasan dan informasi. Selain itu, membaca untuk bermanfaat untuk otak dan kesehatan.
Setidaknya ada 5 manfaat membaca untuk kesehatan, seperti dilansir Lifemojo, Sabtu (12/3/2011). Lima manfaat tersebut adalah :
1. Melatih otak
        Salah satu keuntungan membaca buku adalah sebagai latihan otak dan pikiran. Membaca dapat membantu menjaga otak agar selalu menjalankan fungsinya secara sempurna. Saat membaca, otak dituntut untuk berpikir lebih sehingga dapat membuat orang semakin cerdas. Tapi untuk latihan otak ini, membaca buku harus dilakukan secara rutin.
2. Meringankan stres
        Stres adalah faktor risiko dari beberapa penyakit berbahaya. keindahan bahasa dalam tulisan dapat memiliki kemampuan untuk menenangkan dan mengurangi stres, terutama membaca buku fiksi sebelum tidur. Cara ini dianggap bagus untuk mengatasi stres.
3. Menjauhkan risiko penyakit Alzheimer
        Membaca benar-benar dapat langsung meningkatkan daya ikat otak. Ketika membaca, otak akan dirangsang dan stimulasi (rangsangan) secara teratur dapat membantu mencegah gangguan pada otak termasuk penyakit Alzheimer.
Penelitian telah menunjukkan bahwa latihan otak seperti membaca buku atau majalah, bermain teka-teki silang, Sudoku, dan lain-lain dapat menunda atau mencegah kehilangan memori. Menurut para peneliti, kegiatan ini merangsang sel-sel otak dapat terhubung dan tumbuh.
4. Mengembangkan pola tidur yang sehat
         Bila Anda terbiasa membaca buku sebelum tidur, maka itu bertindak sebagai alarm bagi tubuh dan mengirimkan sinyal bahwa sudah waktunya tidur. Ini akan membantu Anda mendapatkan tidur nyenyak dan bangun segar di pagi hari.
5. Meningkatkan konsentrasi
         Orang yang suka membaca akan memiliki otak yang lebih konsentrasi dan fokus. Karena fokus ini, pembaca akan memiliki kemampuan untuk memiliki perhatian penuh dan praktis dalam kehidupan. Ini juga mengembangkan keterampilan objektivitas dan pengambilan keputusan.
Jadi jangan hanya menghabiskan waktu berjam-jam untuk menonton televisi atau bermain game komputer, tetapi juga luangkan waktu untuk membaca buku. Kebiasaan baik itu tidak hanya akan menyegarkan pikiran tetapi juga memberi manfaat untuk kesehatan dan kehidupan.

Sabtu, 05 Mei 2012

Perpustakaan Keliling


Hardiknas, Mobil Perpustakaan Keliling Pasar  

TEMPO.COSurakarta – Tiga mobil perpustakaan keliling milik Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Surakarta tidak biasanya diparkir di Pasar Legi, Surakarta, Rabu, 2 Mei 2012. Biasanya, mobil perpustakaan keliling menyambangi sekolah-sekolah atau tempat rekreasi keluarga seperti Taman Balekambang.


Namun, khusus hari ini, gerakan gemar membaca ingin ditularkan kepada para pedagang pasar tradisional. “Membaca tidak hanya untuk siswa sekolah. Pedagang pasar pun punya hak menimba ilmu,” kata Kepala Seksi Pelayanan Perpustakaan Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Surakarta Arif Muttaqin, Rabu, 2 Mei 2012.


Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, tiga dari empat mobil perpustakaan keliling ditempatkan di Pasar Legi dari pagi hingga siang. Tujuannya agar pedagang mau meluangkan waktu untuk membaca ratusan koleksi buku yang tersedia. Di tiap mobil disediakan bangku kayu panjang tempat membaca. 


Sambutannya ternyata bagus. Tak lama setelah mobil diparkir, ibu-ibu pedagang pasar dengan semangat memilih buku yang ingin dibaca. Seperti Wahyuni, 43 tahun, yang mencari buku tentang tips memasak.


Dia mengaku baru kali ini membaca buku koleksi perpustakaan. “Selama ini enggak ada waktu. Sibuk bekerja di pasar,” katanya. Selain buku tips memasak, dia sempat membaca sekilas buku tentang jantung sehat dan buku dongeng kancil. “Bisa menambah pengetahuan."


Pedagang lain, Sutinah, mengaku tidak bisa baca tulis. Karena itu, dia berusaha mencari buku yang tidak banyak tulisannya. Dibantu rekan-rekannya, dia menemukan buku dongeng yang berkisah tentang pengalaman semut. Buku dongeng untuk anak-anak itu berisi gambar berukuran besar.


“Saya cuma lihat gambarnya. Meskipun tidak bica baca, tapi sedikit-sedikit tahu maksudnya,” katanya. Dia tidak tahu kalau hari ini adalah Hari Pendidikan Nasional. Namun, Sutinah mengaku senang bisa mencoba pengalaman baru membaca buku di sela kesibukan di pasar.


Arif mengatakan belajar harus dilakukan sepanjang masa dan bagi siapa saja. Termasuk untuk pedagang di pasar tradisional yang selama ini tidak punya banyak waktu untuk membaca buku. “Buku-buku yang kami sediakan temanya beragam. Dari ilmu pengetahuan alam, ilmu populer, sampai buku dongeng,” katanya.


Dia berjanji akan sering menyambangi pedagang di pasar tradisional, tidak hanya di Pasar Legi. Nantinya ada jadwal yang disusun atau paguyuban pedagang yang mengajukan permintaan. “Kami siap melayani masyarakat setiap hari dari pagi sampai sore,” katanya.